HARI VETERAN
HARI TEKNOLOGI
HARI PRAMUKA
HUT RI 80 2025
HUT KONSTITUSI
HARI DEPLU
HARI PERUMNAS
HARI POLWAN
HARI HKAN
HARI DW

Krisis Ikan Di Perairan Umum Komisi 2 Gelar Kunker Ke Kabupaten Kerinci

//Nopri : Kita Akan Minta Dinas Terkait Optimalkan Restocking//

SuaraRakyatKuasa, Mukomuko – Kabupaten Mukomuko (MM) yang memliki 4 sungai besar yakni sungai selagan, manjuto, bantal dan sungai air dikit. Namun beberapa waktu ini, perairan umum aliran dari 4 sungai tersebut mengalami krisis ekosistem habitat perkembangan ikan. Untuk mengatasi berkembang krisis kekurangan ikan di perairan umum tersebut, pihak komisi 2 DPRD MM melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi beberapa waktu lalu. Pasalnya daerah kerinci, menjadi wilayah produksi bibit dan konsumsi ikan air tawar yang tinggi. Dengan kunker di daerah kerinci, beberapa program untuk mengatasi krisis kelangkaan ikan yang akan di terapkan di sungai umum Mukomuko. Selain membahas krisis ikan sungai umum, pihak komisi 2 juga mempertanyakan tentang pengembangan balai benih ikan (BBI) di Kabupaten Kerinci.

Direncanakan dalam waktu dekat, komisi 2 DPRD MM, akan mengelar pertemuan dengan dinas terkait, untuk membahas hasil kunker komisi 2 ke Kabupaten Kerinci tentang perikanan, agar bisa di terapkan di wilayah perairan Kabupaten MM.

Diungkapkan Wisnu Hadi, Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten MM, kegiatan kunker komisi 2 ke Kabupaten Kerinci, untuk mempelajari system penanganan krisis ikan di perairan sungai umum, yang saat ini terjadi di Kabupaten MM. Selain itu juga membahas bagaimana system pemerintahan Kabupaten Kerinci dalam meningkatkan produksi bibit ikan dan pengelolaan Balai Benih Ikan (BBI) di daerah tersebut.

“Banyak yang kita hasilkan dari kunker ke wilayah kerinci yang terkenal dengan daerah produksi bibit dan hasil panen ikan yang dijual ke luar daerah. Salah satu upaya mereka dalam meningkatkan produksi benih ikan adalah, mengadakan pelatihan kepada para petani kolam ikan air awar secara rutin. Selain itu pemerintah Kabupaten Kerinci, ikut memfasilitasi para petani ikan dalam pemasaran benih dan hasil panen ikan ke daerah luar. Langkah seperti ini rencananya akan kita lakukan di daerah Mukomuko, seperti memaksimalkan operasional BBI kita yang berada di Kecamatan Lubuk Pinang. Kita akan koordinasi dengan pihak Dinas Perikanan dan Kelautan untuk melaksanakan hal tersebut,”ujar Wisnu.

Hal senada juga dikatakan Nopri Ardiantasari, SE, anggota komisi 2 DPRD Kabupaten MM, ia lebih menyingkapi persoalan krisis kelangsungan habitat ikan di perairan sungai umum di wilayah Mukomuko. Dari pembahasan kunker di kerinci didapati cara penanganan krisis tersebut, melakukan kegiatan rutin restoking di perairan sungai Mukomuko. Terjadinya krisis tersebut adalah, pemanfaat sungai yang berlebihan atau penangkapan ikan. Dengan melakukan restocking atau penyebaran dan penambahan stok benih ikan di tebarkan di perairan umum yang mengalami krisis.

“Kita akan lakukan rapat pembahasan dengan instansi terkait perihal krisis habitat ikan dan solusi melakukan restocking secara rutin. Selain itu, pemanfaatan sungai yang berlebihan juga menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Contohnya saja sungai manjuto, di sepanjang aliran sungai manjuto, ada 3 perusahaan sawit beroperasi, bisa dikatakan sedikit banyak juga berpengaruh dengan perkembangan ekosistem habitat ikan di aliran sungai. Secepatnya kita akan lakukan koordinasi dengan instansi terkait,”tutup Nopri serius.(top/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hindari Plagiat..!!  Maaf Tidak di Izinkan Untuk Copy Konten

error: Content is protected !!