SuaraRakyatKuasa,Mukomuko – Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko (MM) melalui Dinas Pertanian (Distan) setempat tengah melaksanakan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mukomuko mendukung penuh dengan adanya program PSR tersebut.
Adapun, saat ini, progres Peremajaan Sawit Rakyat di Mukomuko telah mencapai sekitar 30 persen, yang mencakup di lima kecamatan, yakni Malin Deman, Pondok Suguh, Air Dikit, Teras Terunjam, dan Selagan Raya.
Wisnu Hadi, SE, Waka I DPRD MM menyampaikan, bahwa program PSR tesebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya para petani untuk menjaga keberlanjutan sektor perkebunan.
“Sebagian besar petani di Mukomuko ini bergantung pada tanaman kelapa sawit sebagai sumber ekonomi utama, sehingga peremajaan kebun yang telah berusia tua atau menggunakan bibit tidak produktif menjadi kebutuhan mendesak. Dan program replanting ini memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan petani,”ungkap Wisnu.
Sementara Waka II DPRD MM Damsir, SH, mejelaskan jika kebun dilakukan peremajaan sawit dengan bibit unggul, produktivitas meningkat, dan pendapatan petani juga ikut naik.
Percepatan replanting harus dibarengi pendampingan menyeluruh kepada petani, mulai dari persiapan lahan, proses penanaman ulang, hingga pengelolaan kebun selama masa non-produktif tiga tahun.
“Kami mendorong agar setiap prosesnya berjalan transparan dan teratur. Pendampingan teknis bagi petani juga harus diperkuat, agar tidak ada masyarakat yang kebunnya mandek setelah dilakukan replanting,”terang Damsir
Masih dilanjutkan Damsir, pihak DPRD MM juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dalam memastikan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) berjalan optimal, sehingga manfaat replanting benar-benar dirasakan dan menjangkau petani yang membutuhkan.
Ia juga mengapresiasi kerja sama antara Dinas Pertanian, dan kelompok tani dalam memperluas cakupan replanting. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama untuk membuka peluang peningkatan produksi sawit di Mukomuko.
“Mukomuko memiliki peluang besar menjadi sentra sawit yang lebih maju. Jika replanting dilakukan secara bertahap dan merata, dalam beberapa tahun ke depan kita akan merasakan lonjakan produksi yang signifikan,”tutup Damsir.





