SuaraRakyatKuasa, Mukomuko – Persoalan ketahan pangan saat ini menjadi prioritas utama program pemerintah pusat, dan sudah di arahkan ke tingkat provinsi serta kabupaten, mengutamakan program ketahanan pangan, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk melanjutkan program pemerintah tersebut, berbagai upaya terobosan baru dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Mukomuko (MM), guna meningkatkan angka produktivitas pangan di Kapuang Sati Ratau batuah ini.
Sebagai tolak ukur dalam peningkatan produktivitas pangan, pihak Komisi 2 DPRD kabupaten MM melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan beberapa waktu lalu. Dari kunker tersebut, beberapa poin system tingkat keberhasilan, menaik kan angka produktivitas pangan oleh Pemerintah Kota Lubuk Linggau akan di terapkan di MM.
Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten MM, Wisnu Hadi menyampaikan, saat ini produktivitas pangan di MM sedikit minim. Untuk meningkatkan angka produktivitas menuju kemandirian pangan, Wisnu bersama anggota komisi 2 melakukan kunker ke wilayah DPRD Lubuk Linggau, daerah yang berprestasi dalam peningkatan ketahanan pangan. Dari hasil kunjungan komisi 2, salah satu poin yang dilakukan pihak Pemkot Lubuk Linggau adalah, penguatan di bidang produktivitas pangan unggulan di wilayah tersebut.
“Jadi salah satu langkah yang akan kita ambil, dan nanti akan di terapkan di Mukomuko adalah, mengutamakan produksi pangan unggulan. Salah satu contohnya, daerah kita bias dikatakan lumbung padi, nanti kita akan kaji lagi bagaimana upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi padi petani. Antara lain, menampung hasil panen petani,memperbaiki sarana dan prasarana penunjang sector pertanian seperti jalan, irigasi dan lainnya. Nanti akan kita bahas dengan pihak dinas terkait sesuai dengan hasil kunker yang kami peroleh,”ungkap Wisnu.
Dilanjutkan Wisnu, selain perihal peningkatan penunjang sector pertanian, juga akan dilakukan trik yang sama dari pihak DPRD dan Pemkot Lubuk Linggau yakni kerjasama antar daerah tetangga. Untuk hal satu ini sangat lah penting, pasalnya jika hanya melakukan peningkatan produksi pangan tidak disertakan pemasaran, maka hal itu menjadi mubazir dan menimbulkan kerugian bagi petani. Dengan adanya perhatian dari pemerintah mengenai pemasaran produksi pangan daerah, dipastikan angka perekonomian masyarakat akan meningkat.
“Perihal pemasaran juga menjadi persoalan pokok yang harus di tanggulangi pemerintah daerah dalam memajukan sector produktivitas pangan di daerah ini. Kerja sama antar kabupaten tetangga dalam peningkatan produksi pangan sangat diperlukan. Dimana dinas nantinya dapat menginventarisir potensi pangan lokal. Nanti semua hasil kunker akan kita bahas bersama dengan pihak dinas terkait,”tutup Wisnu di damping anggota Komisi lainnya.(top/adv)





