//Nurwan : Paling Lambat Pertengahan Bulan Tujuh//

Suara Rakyat Kuasa.Mukomuko – Program pinjaman khusus untuk para pahlawan tampa tanda jasa (guru) oleh pihak Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bank Perkreditan Rakyat (BPR), mendapat sambutan baik. Hal ini terbukti, pada peluncuran program tahap 1 beberapa waktu lalu, dana yang disediakan BPR untuk pinjaman guru sertifikasi tersalurkan semua. Bertolak dari hal tersebut, BPR berencana akan mengeluarkan pinjaman tahap ke 2 untuk para umar bakrie tersebut pada pertengahan bulan Juli tahun 2022. Pencairan pinjaman tahap ke 2 ini, BPR telah menganggarkan dana plafon sebesar Rp 2,3 Milyar (M). Sedangkan jumlah pinjaman yang di ditetapkan pihak BPR kepada para guru tersebut terbatas, setiap guru yang mengajukan pinjaman ditetapkan sebesar Rp 50.000.000 per orang. Program pinjaman khusus guru sertifikasi ini, tidak ada di Bank lain di Kabupaten MM, hanya disediakan oleh BPR MM.
Dijelaskan Nurwan Tinur, SE Direktur Utama Perumda BPR Kabupaten Mukomuko (MM), pencairan pinjaman guru sertifikasi pada tahap 2 ini untuk kurang lebih 50 orang nasabah. Sedangkan untuk jangka waktu pinjaman paling lama sekitar 3 tahun. Selain itu, dalam beberapa waktu lalu, program pinjaman khusus guru bersertifikasi ini, juga telah di sosialisasikan ke organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten MM dan mendapat sambutan yang baik dari pengurus PGRI.

“Alhamdulillah, program pinjaman khusus guru sertifikasi tahap pertama berjalan dengan lancar. Hingga saat ini lancar tidak ada nasabah yang macet. Pada tahap kedua ini pencairan pinjaman insyaallah dilakukan pada pertengahan bulan depan. Untuk saat ini sudah ada beberapa guru yang sudah mendaftar dan siap menjadi nasabah BPR. Kami menghimbau kepada para guru sertifikasi yang ingin mengajukan pinjaman, boleh langsung mendaftar dengan mendatangi kantor BPR di Desa Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko,”terang Nurman.
Dilanjutkan Nurwan, mengenai mekanisme syarat – syarat untuk pengajuan pijaman khusus guru sertifikasi ini tidak terlalu rumit. Para guru hanya menyediakan surat pengajuan, kartu ATM sertifikasi dan buku tabungan, slip gaji jika ada. Mengenai setoran pembayaran, pihak BPR akan memotong dana tunjangan sertifikasi para guru yang di cairkan per triwulan sesuai dengan besaran setoran wajib pinjaman.
“Kalau syarat pengajuan pinjaman guru sertifikasi tidak terlalu sulit. Untuk tahap kedua ini para guru yang ingin menjadi nasabah cukup terbatas, karena sesuai dengan besaran dana yang tersedia. Kita membatasi jumlah guru yang menjadi nasabah, sebab jumlah guru sertifikasi di Kabupaten Mukomuko hampir berjumlah seribu orang. Insyaallah jika program ini terus berkembang, kita bisa realisasikan program pinjaman untuk seluruh guru sertifikasi di Mukomuko,”jelas Nurwan.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten MM Rasita, S.Pd, mendukung penuh langkah BPR mengeluarkan program pinjaman khusus guru sertifikasi. Sebab dengan adanya program ini, menjadi salah satu aspek penunjang ekonomi para guru di MM. Dan Rasita juga, mengakui jika program pinjaman guru sertifikasi tidak ada di bank lain, dan akan di sosialisasikan ke pengurus PGRI di setiap kecamatan.
“Kami mendukung penuh program yang di lakukan oleh pihak bank BPR MM. Dengan adanya pinjaman khusus guru sertifikasi bisa membantu perekonomian para guru di daerah ini. Langkah kedepannya, kami akan memberitahukan ke pengurus lain baik secara pertemuan, group WA PGRI. Insyaallah dalam waktu dekat, kami akan mengadakan pertemuan dengan pihak BPR memperbincangkan lebih lanjut program pinjaman guru sertifikasi yang bagus ini,”ungkap Rasita.(top)




