//Nurwan : Penyampaian Tata Kelola Tahun 2021//

Suara Rakyat Kuasa, Mukomuko – Setelah mengalami pasang surut dalam pengelolan keuangan Perusahaan Umum daerah (Perumda) Bank Prekreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Mukomuko (MM), saat ini perlahan mengalami peningkatan dalam pengelolaan keuangan. Diketahui peningkatan laba yang dialami BPR menembus angka yang sangat signifikan mencapai angka 100 persen pertumbuhan. Terhitung terjadinya pencapaian peningkatan laba BPR terjadi tahun 2020 yang laba sekitar Rp. 142 Juta Lebih, namun pada tahun 2021 pertumbuhan laba BPR meningkat drastis mencapai Rp. 388 juta dengan persentase kenaikan 100 persen. Perihal dengan prestasi pencapaian tersebut, pihak BPR saat ini telah menyampaikan laporan sistem pengelolaan keuangan tahun 2021, ke pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Propinsi Bengkulu dan Perbanrindo Pusat Jakarta.

Diungkapkan Direktur Utama (Dirut) BPR Nurwan Tinur, SE, dengan adanya persentase kenaikan pendapatan keuangan BPR, membuktikan semakin baiknya sistem pengelolaan yang telah dilakukan. Dari hitungan tahun 2020 pertumbuhan BPR sekitar 8 persen, sedangkan tahun 2021 nilai aset BPR, milik Pemda Kabupaten MM tersebut meningkat sekitar 50 persen. Jika melihat melonjaknya angka pertumbuhan keuangan BPR pada tahun 2022, di mungkinkan pada tahun 2022 ini, akan ada pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari deviden BPR MM. Sebagai bahan kelengkapan administrasi pengelolaan. Saat ini Dirut, telah menyampaikan laporan sistem pengelolaan keuangan untuk tahun 2021 ke pihak OJK propinsi dan Perbarindo Pusat.

“Berdasarkan POJK tahun 2015, tentang penerapan tata kelola bank perkreditan rakyat dan SEOJK tentang tata kelola bagi bank perkreditan rakyat, kami telah memberikan bukti penyampaian laporan tata kelola tahun 2021. Dengan pertumbuhan BPR yang saat ini meningkat, Insya Allah akan mendapat hasil yang memuaskan dari pihak OJK dan Perbarindo nantinya,”ungkap Nurwan Tinur.
Sedikit di jelaskan Nurwan, ada beberapa trik kinerja yang di rubah, sehingga adanya kenaikan pengelolaan keuangan BPR saat ini. salah satunya, perubahan meningkatkan struktur pengendalian interen BPR, kedua meningkatkan kualitas karyawan pelaksanaan standar akuntansi. Untuk dua sistem ini, dengan trik perubahan sedikit ini, membuktikan naiknya pertumbuhan BPR MM.
“Kami belum cukup berpuas hati, seiring waktu berjalan sistem pengelolaan keuangan BPR agar lebih baik lagi. Mudahan – mudahan tahun demi tahun BPR tumbuh semakin bagus dan semakin besar sesuai dengan perubahan sistem pengelolaan yang telah dilakukan saat ini,”tutup Nurwan.(top)





