
//Nurwan : Pembayaran Cililan Kredit 3 Bulan Sekali//
Suara Rakyat Kuasa, Mukomuko – Kembali program baru di luncurkan oleh pihak Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Mukomuko (MM). Melihat tingginya minat kreditur di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten MM, yang sebelumnya BPR membuka pinjaman bagi para ASN di lingkungan Pemkab MM dengan cara pembayaran cicilan bersumber dari Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN. Kali ini terhitung Januari tahun 2022, pihak BPR kembali membuka peluang pinjaman khusus untuk para ASN, yang berprofesi sebagai guru dengan syarat telah sertifikasi. Sedangkan untuk pembayaran cicilan pinjaman khusus guru sertifikasi ini, pihak bank BPR memberikan kelonggaran kepada kreditur cicilan angsuran pinjaman bisa dilakukan 3 bulan sekali.
Dijelaskan Nurwan Tinur Direktur Utama (Dirut) BPR Kabupaten MM, program pinjaman khusus bagi guru sertifikasi, mulai di buka pada awal tahun 2022. Terhitung bulan Januari hinga awal februari tahun 2022, sudah banyak para guru yang menjadi kreditur di BPR, dibuktikan pihak BPR sudah menggelontorkan uang Rp 1.532 Juta yang telah dipinjam oleh para guru sertifikasi tersebut. Untuk tahun ini angaran pinjaman yang disiapkan BPR bagi kreditur guru sertifikasi sebesar Rp 2.5 milyar.

“Untuk tahap awal ini, batas plafon anggaran pinjaman bagi guru sertifikasi sebesar Rp 50.000.000 dengan pembayaran cicilan bisa dilakukan 3 bulan sekali. Namun jika seiring waktu minat para guru menjadi kreditur BPR berkembang, maka kita akan menaikan angka pagu pinjaman kredit khusus ASN di Kabupaten Mukomuko. untuk bunga kita bersaing dengan bank lain. Saya menghimbau bagi para guru yang telah sertifikasi berminat menjadi kreditur, silahkan mendatangi langsung kantor BPR di Desa Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko.”jelas Nurwan.
Dilanjutkan Nurwan, mulai tahun ini, BPR akan lebih meningkatkan memberi pelayanan pinjaman kredit untuk para ASN, namun bukan berarti menyampingkan kredit untuk pelaku usaha swasta lainnya. Namun BPR akan tetap memberikan pinjaman kredit bagi pelaku usaha swasta, tetapi dilakukan secara selektif dan teliti. Pasalnya angka kredit macet pada tahun sebelumya, dari data yang ada, banyak dikalangan pala pelaku usaha swasta. bertolak dari hal ini, BPR kedepannya akan lebih selektif dan teliti memberikan pinjaman kredit pada pelaku usaha lainnya.
“Bukannya kita tidak membuka ruang untuk pinjaman bagi para pelaku usaha swasta, akan tetap kita buka plafon pinjaman kepada mereka, namun kita akan lebih teliti dan menyeleksi kreditur pelaku usaha swasta yang akan mengajukan pinjaman kredit. Sebab kreditur yang macet pembayaran cicilan, dari pendataan yang kami lakukan banyak dari kalangan para pelaku usaha swasta. Sedangkan untuk pinjaman kredit ASN ada juga macet, namun kita bisa lakukan pemotongan gaji TPP dan gaji sertifikasi mereka secara langsung. Mudah – mudahan dengan diterapkannya hal ini, BPR kedepannya lebih baik dan berkembang seiring kesejahteraan masyarakat Mukomuko,”tutup Nirwan.(top)




