Suara Rakyat Kuasa.com – Berita mengembirakan untuk para kelompok tani khususnya di Kabupaten Mukomuko (MM). Jika tidak ada halangan pada tahun 2022 nanti, pihak Bank Indonesia (BI) akan mengucurkan dana berupa hibah, untuk menunjang perkembangan hasil produksi pertanian, perkebunan serta UMKM di daerah ini. Dari pengajuan yang di lakukan Pihak Pemkab ke BI, tiga sektor akan akan diberikan bantuan tersebut adalah, Pertanian Padi, Perkebunan jenis tanaman bawang merah. Sedangkan untuk UMKM adalah produksi Batik Asli MM. Pada jum`at 12 November dilakukan rapat persiapan penyambutan kedatangan pohak perwakilan BI dari Bengkulu senin 14 November besok. Rapat persiapan di pimpin Wakil Bupati di ruang rapat Sekretariat Daerah MM. Direncana pada Selasa 16 November, para pihak BI di dampingi Pihak Dinas Pertanian MM akan melakukan survei di 3 Kecamatan, yakni kecamatan Lubuk Pinang, Teras Terunjam dan Teramang Jaya, untuk melihat Lahan yang dipersiapkan oleh para kelompok tani. Sebuah terobosan baru ini tidak lepas dari perjuangan melobi dilakukan oleh Bupati MM H. Sapuan beserta jajarannya di Bank Indonesia.
Selasa Rombongan Bakal Survei 3 Kecamatan

Dijelaskan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten MM Elxandy Ultria Dharma, S,TP,. M.Ec,.Dev, bantuan rencana dana hibah yang akan dikucurkan oleh BI, 2 dalam bidang pertanian fokusnya petani padi dan petani bawang merah yang ada di Kabupaten MM. Sedangkan mekanisme bantuan bagi para petani padi dan bawang, para petani harus tergabung dalam kelompok dan mempunyai lahan yang cukup. Direncanakan untuk tahap awal tiga wilayah akan dijadikan lokasi penamanam bawang perdana adalah Kecamatan Teras Terunjam dan Teramang Jaya. selain itu khusus untuk kelompok tani padi yaitu wilayah Kecamatan Lubuk Pinang dan selagan Raya.
“Insyaallah rencana adanya bantuan dana hibah dari BI untuk petani ini akan terlaksana di daerah kita. Rencana selasa nanti, kami bersama pihak BI perwakilan Bengkulu akan melakukan survei lokasi lahan untuk persiapan. Jika dalam survei pihak BI merespon positif, saya rasa dengan bantuan tersebut produksi hasil padi kita akan melonjak. Tidak jauh berbeda dengan petani bawang, jika para petani berhasil dari penanamam hingga panen, prospek penjualan dan hasil keuntungan sangat menjanjikan. Sesuai dengan arahan Bupati, kita akan lakukan yang terbaik untuk hasil produksi pertanian daerah kita kedepannya,”ujar Elxandi yang akrab di panggil Etang ini.
Dilanjutkan Etang, dari peninjauan langsung ke wilayah penghasil bawang merah di daerah lain, para petani bawang merah kesejahteraan mereka sangat meningkat. Dalam 1 hektare tanaman bawang merah dengan modal kurang lebih dari Rp 100.000.000, dalam satu kali panen bisa meraup ke untungan lebih dari Rp 200.000.000.
“Kalau di bandingkan hasil dari petani sawit satu hektare dengan hasil menanam bawang merah satu hektare, dua kali lipat keuntungan hasil penjualan bawang merah. Kalau lahan atau jenis tanah untuk tanaman bawang merah, baik gambut atau tanah jenis tanah lain tanaman bisa tumbuh dengan normal. Sedangkan dari dinas juga ada tim penyuluh yang akan memantau kelompok tani di dua kecamatan itu nanti. Jika tingkat keberhasil di dua kecamatan ini bagus, kita akan kembangkan ke wilayah lainnya,”tutup Etang.(top)





