
Tampak Tembok Penahan Aliran Sungai Di Desa Pondok Batu Ambruk di Terjang Derasnya Arus Sungai Selagan. Luapan Air Sungai Mengancam Pemukiman Penduduk.
//Saprin – Pusat Kota Terancam “Tabenam”//
Suara Rakyat Kuasa, Mukomuko – Masyarakat Kecamatan Kota Mukomuko (MM) mulai mewaspadai curah hujan yang cukup tinggi pada akhir tahun ini. Pasalnya salah satu gorong-gorong tanggul penahan aliran air sungai selagan yang terletak di Desa Pondok Batu dan Kelurahan Pasar Mukomuko (MM) Kecamatan Kota MM mulai jebol. Dengan terjadinya hal tersebut, maka bisa di prediksikan rumah warga kecamatan kota MM akan tenggelam oleh luapan air. Sebab aliran air sungai selagan yang selama ini bermuara menuju laut Pantai Indah Mukomuko (PIM), maka meluap dan berbelok mengalir ke gorong-gorong menuju pian kereta dan tanggul penahan di Desa Pondok Batu mengancam rumah penduduk.
Diungkapkan Sumaryon warga RT 5 Dusun Gedang Kelurahan Pasar MM Kecamatan MM membenarkan hal tersebut. Jebolnya gorong-gorong tanggul penahan air sungai selagan sudah mulai terjadi dari tahun 2015. Jikalau gorong-gorong tersebut roboh, tidak di pungkiri air sungai selagan akan menenggelamkan semua rumah warga kota.
“rumah saya dan warga lain tepat posisinya lurus belakang tanggul. Ini yang kami takutkan kalau jebol tanggul tersebut ancamannya semua rumah di Kecamatan Kota ini akan tenggelam,”ujar Sumaryon.
Saprin tokoh pemuda Desa Pondok Batu, menyatakan hal senada, saat ini kondisi pasangan tebing tembok penahan air sungai selagan di depan kantor PADM Tirta Selagan sudah ambruk. Ambruknya 2 tembok tersebut, diduga karena tidak kuat menahan debit air yang tinggi dan derasnya arus sungai selagan pasca hujan beberapa minggu ini.
“Kejadian ambruknya tembok itu pada hari ini, kemungkinan karena derasnya arus air tidak tertahan oleh tembok hingga membuat roboh. Warga saat ini sudah mulai cemas kalau semua tembok roboh, tentu air sungai selagan itu akan meluap ke areal pemukiman rumah warga. Kami berharap ada penanganan sementara untuk menahan luapan air tersebut. Apalagi kalau gorong tanggul pembuangan pian kereta jebol, pusat kota terancam “tabenam,”kata Saprin.
Dikatakan Ketua Komunitas Peduli Sungai (KPS) Mukomuko Robert Bara, ia membenarkan kejadian tersebut. Dari IKPS yang juga kelompok bentukan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera Tujuh (BWS) telah memberikan laporan ke BWS 7 provinsi bengkulu. Selain laporan, kami juga upaya mengajukan proposal pembangunan pencegah terjadinya banjir, akibat jebolnya tanggul penahan air sungai selagan untuk kedepannya.
“Dari kami sudah memberikan laporan dan proposal pengajuan pembangunan untuk penanggulangan luapan air sungai akibat jebol gorong- gorong tersebut. Kita sekarang menunggu informasi dari kantor BWS 7. Selain itu kami juga sudah memberikan laporan kepada anggota DPRD Provinsi mengenai hal itu”jelas Robert.(top)







