Armadi : Pembangunan Bertujuan Untuk Kesejahteraan Masyarakat//

Suara Rakyat Kuasa, Mukomuko – Hari ini 31 Desember, bertempat di kantor Desa Talang Petai, Kecamatan V KOTO, di gelar acara musyawarah desa (musdes), serah terima laporan pelaksanaan pembangunan fisik tahun 2021. Diketahui, pembangunan fisik yang telah dilakukan oleh pihak Desa Talang Petai, pada tahun 2021 terdiri dari 5 item dari 6 titik kegiatan yaitu, pembukaan badan jalan sepanjang 750 meter, pembersihan jalan lama (scrap) sepanjang 6,7 kilo meter, pembangunan plat duiker 2 titik, dengan ukuran 4 x 5 dan 4 x 6 meter. Seterusnya pekerjaan pasangan gorong – gorong dan pembangunan drainase Pengeringan sawah. Kegiatan Musdes dan serah terima laporan di pimpin langsung Kades Talang Petai Armadi, dihadiri Camat V Koto Sapuan, SH, ketua TPK, ketua BPD, Babinsa, bhabinkamtibmas, pendamping desa, tokoh pemuda dan masyarakat.

Kades Talang Petai, Armadi menjelaskan, program pembangunan pada tahun 2021 Desa Talang Petai lebih menitik beratkan pada pembangunan jalan area perkebunan sesuai permintaan masyarakat. Pasalnya, mayoritas masyarakat Desa Talang Petai adalah petani sawit dan karet. Jadi pembangunan jalan usaha tani sangat di prioritaskan.

“Alhamdulillah semua pekerjaan fisik pembangunan telah selesai dikerjakan. Hari ini kami menggelar acara serah terima laporan hasil pembangunan tahun 2021, dari pihak TPK ke kami perangkat desa dan laporan kami ke masyarakat. Untuk kedepannya kami menghimbau kepada masyarakat, mari kita jaga dan dirawat hasil pembangunan dengan baik. Sebab semuanya adalah untuk kepentingan kita bersama,”ujar Armadi
Dilanjutkan Armadi, direncanakan tahun depan (2022,red) pembangunan fisik di Desa Talang Petai, juga di titik beratkan pada jalan usaha tani (jut). Alasannya, sekitar ribuan hektare kebun sawit dan karet milik masyarakat Desa Talang Petai dan 2 desa lainnya, banyak belum memiliki akses jalan yang memadai, sehingga menyebabkan aktivitas masyarakat mengangkut hasil panen ke luar sangat susah.

“Mereka (warga red), sering mengeluh sulit mengeluarkan hasil panen kebun, karena akses jalan belum memadai. Sedangkan jalan yang ada saat ini, lebih banyak hanya bisa di lintasi motor saja. Jika akses jalan mengangkut hasil penen kebun petani lancar, maka kesejahteraan ekonomi mereka akan lebih baik. Besar harapan kami dari perangkat desa, agar keluhan masyarakat ini juga bisa di tanggapi oleh pemerintah daerah, sehingga bisa memberikan solusi keluhan dari para petani sawit dan karet ini,”tutup Armadi.(top)





