
Akibat Hantaman Arus Air yang Sangat Deras Badan Jalan Longsor.Tampak Kadis dan Kabid Bina Marga PUPR MM Melihat Langsung Lokasi.
//Kadis PUPR dan Tim Bidang Bina Marga Survei Titik Penanggulangan //
Suara Rakyat Kuasa.com, Mukomuko – Tingginya curah hujan di Kabupaten Mukomuko (MM) beberapa hari ini, membuat debit air di seluruh aliran sungai juga semakin besar. Karena derasnya aliran air di jalur drainase dari arah kebun Plasma Desa Ujung Padang, mengakibatkan box culvert berukuran sekitar 6 Meter di simpang 3 ambrol (roboh) terbawa air. Selain meroboh box culvert, arus air yang sangat deras tersebut, juga membuat longsor badan jalan aspal yang mengarah ke lingkungan perkantoran Pemda MM. Mendapat laporan dari masyarakat tersebut, Kadis Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten MM Ruri Iswandi, ST, MT bersama Kabid Bina Marga Budiarto, ST beserta tim, turun langsung ke lokasi untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Dari laporan sementara, akibat rutinnya hujan di MM dalam minngu ini, air telah menggenangi rumah, jalan dan kebun masyarakat di beberapa titik wilayah yakni, Kecamatan Kota Mukomuko, Kecamatan Teras Terunjam dan Kecamatan XIV Koto. Namun dari beberapa titik wilayah yang mengalami dampak banjir tersebut, kondisinya tidak terlalu parah dibandingkan banjir pada waktu sebelumnya.

Diungkapkan Ruri Iswandi, ST.MT, robohnya box culvert di Desa Ujung Padang Kecamatan Kota MM tidak seluruhnya. Namun hanya dinding semen bagian atas box yang roboh karena longsornya badan jalan tergerus oleh air. Dijelaskan Ruri, salah satu penyebab ambrolnya badan jalan di simpang tiga arah areal perkantoran Pemkab MM ini, di sebabkan tidak aktifnya aliran air di drainase bagian sisi kanan jalan, sedangkan sisi kiri drainase air mengalir sangat deras.
“Sampai saat sekarang kondisi jalan masih bisa di lintasi kendaraan, yang ambrol tidak semua box culvert hanya sisi kanan, akibat longsornya badan jalan tergerus air.Untuk kenyamanan masyarakat, kami juga telah memasang rambu peringatan bagi pengendara di sudut simpang tiga tersebut. Kami menghimbau agar masyarakat yang berkendaraan khusus mengendara mobil, supaya berhati – hati melintasi tikungan simpang tiga, karena ada lubang besar akibat longsor di pinggir box culvert,”pesan Ruri.
Dilanjutkan Ruri, dari peninjauan langsung ke lokasi di sekitar areal kebun plasma Desa Ujung Padang bersama masyarakat, titik permasalahannya memang drainase sisi kanan yang aliran air menuju ke arah Pian Benda dan Pian Kereta tidak mengalir. Hal itu dikarenakan tidak ada drainase yang membelah jalur aliran air ke arah tersebut. Menurut Ruri, salah satu solusi agar kondisi seperti ini tidak terus terjadi kedepannya, harus dilakukan pembenahan jalur drainase dan normalisasi drainase di Kecamatan Kota MM.
“Dari keterangan beberapa masyarakat dan kami lihat langsung di lapangan, hanya satu solusi pencegahan agar tidak terjadinya banjir di Kecamatan Kota dan wilayah lain, yaitu perbaikan ulang dan normalisasi drainase saluran pembuangan air yang lebih tepat. Jika tidak di antisipasi secepatnya pembangunan ulang drainase buangan, maka hal serupa ancaman banjir akan terus terjadi setiap tahun. Kami akan upayakan agar hal tersebut bisa terealisasi,”ungkap Ruri.
Kabid Bina Marga PUPR Budiarto, ST mengatakan badan jalan yang awal jarak 3 meter dari tepi aspal, saat ini hanya tinggal kurang dari 1 meter akibat longsor tergerus oleh air. Rencananya untuk penanganan sementara waktu, akan dilakukan upaya memecahkan arus air yang sangat deras itu, agar tidak langsung menerjang badan jalan yang longsor tersebut.

“Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah, meletakkan beberapa karung yang telah di isi dengan pasir untuk memecah aliran air dan menahan badan jalan di dekat box culvert untuk sementara waktu,”Jelas Budiarto.
Sementara Jon (32) salah seorang warga Desa Ujung Padang dan juga petani sawit di areal plasma, menyatakan kejadian genangan air di areal perkebunan dan rumah warga di Desa Ujung Padang, Desa Pondok Batu dan Keluhan Banda Ratu rutin hampir setiap penghujung tahun. Hal ini tidak lain karena tidak sesuai dan salahnya jalur pembangunan drainase di beberapa titik yang telah ada saat ini. Contohnya air di drainase arah ke Pian Benda ini tidak mengalir lancar karena tidak ada jalur buangan nya, sehingga air menggenangi areal perkebunan sawit masyarakat.
“Hampir rutin setiap tahun kami mengalami hal seperti ini. Jika hujan turun dengan deras, sudah bisa dipastikan desa Ujung Padang, Pondok Batu dan Banda Ratu banjir. Khusus kami petani sawit dampaknya sangat kami rasakan, jika banjir untuk mengeluarkan buah hasil panen saja susah, sehingga buah sawit kami banyak busuk dan tidak bisa di jual. Kami berharap kepada Bupati dan anggota DPRD memikirkan nasib kami dan memberikan solusi, supaya kedepannya tidak terjadi lagi hal serupa yang kami alami,”pinta Jon.(top)






