HARI VETERAN
HARI TEKNOLOGI
HARI PRAMUKA
HUT RI 80 2025
HUT KONSTITUSI
HARI DEPLU
HARI PERUMNAS
HARI POLWAN
HARI HKAN
HARI DW

Mengunjungi Objek Wisata Danau Bai Malin Deman

// Terbentuk Sendiri, Sembuhkan Berbagai Penyakit//
Potensi alam di Kabupaten Mukomuko tak kalah dengan di Kota Bengkulu, hanya saja objek wisata di Kabupaten Mukomuko belum sepenuhnya dilakukan pengelolaan. Seperti halnya di Desa Talang Arah Kecamatan Malin Deman, yang mempunyai danau dengan panjang sekitar 50 meter dan lebar sekitar 20 meter. Seperti, apa sejarah terbentuknya Danau Bia konon menurut mitos air danau dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Berikut laporannya.
Wisata Malin Deman. (Berita Box)
Jika objek wisata di Kabupaten Mukomuko dilakukan pengelolaan sepenuhnya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko (MM), tentunya dapat dijadikan sebagai sebagai omset daerah asalkan dilakukan pengelolaan dengan baik. Seperti Objek wisata Danau Bia di Desa Talang Arah Kecamatan Malin Deman, yang tidak kalah dengan Danau Nibung Kota Mukomuko, Danau Telaga Biru Kecamatan Air Dikit. 
   
Untuk mengunjungi Danau Bai yang terletak di Desa Talang Arah Kecamatan Malin Deman. Dari Kecamatan Ipuh untuk menuju Danau Bai cukup memakan waktu sekitar 60 menit dengan jarak sekitar 18 KM yang ditanda dengan kondisi jalan sebagian tanah kuning dan sebagian jalan telah dilakukan pengoralan dan hotmix.

Dikatakan Tokoh Masyarakat Desa Talang Arah M Ketek, Danau Bai berada di tepi jalan menuju masuk jalan Desa Talang Arah. Menurut sejarah Danau Bia terbentuk dengan sendirinya, sekitar tahun 1970. Sejak terbentuknya Danau Bia warga mempergunakan air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari jika tengah dilanda musim kemarau. 

‘’Danau itu (Danau Bai,red) dulunya hanya tanah kosong milik warga Desa Talang Arah yang bernama Bia, makanya danau itu diberi nama Danau Bia,’’ kata Ketek. 

Masih dikatakan Ketek, Danau terbentuk dulunya warga ingin melakukan penebasan tanah untuk dijadikan lahan perkebunan. Namun, ketika telah dilakukan pembersihan terdapat lobang besar di tengah – tengah tanah, setelah dilihat adanya mata air yang tidak berhenti-henti keluar. 

‘’Sejak itulah air secara terus menurus keluar dan hingga danau itu (Danau Bai,red) terbentuk dengan sendirinya,’’ cerita Ketek. 

Hal senada juga disampaikan Tokoh Masyarakat Desa Talang Arah Mudjamal, air yang dikeluarkan dari danau sejak tahun 1970 lalu. Walaupun musim kemarau maupun musim penghujan air danau tidak pernah berkurang dan bertambah, air danau masih seperti bisanya. 

‘’Air yang ada dalam danau jika musim kemarau tidak pernah kering maupun menyusut sedikitpun, begitu juga dengan jika musim hujan air juga tidak pernah bertambah,’’ terang Mudjamal. 

Disampaikan Mudjamal, air danau selain tidak pernah kering juga memiliki kelebihan lainnya diantaranya air danau dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Jika ada warga yang mengalami sakit parah kebanyak air dipergunakan warga untuk mengobati sakit yang dialami dengan cara mengoleskan air ke bagian tubuh yang merasa sakit. 

‘’Waktu itu ada orang yang tengah diserang sakit demam, tanpa sengaja warga mengambil air danau untuk dibawa pulang dan diberikan dengan orang sakit. 1 hari kemudian warga itu langsung sehat tanpa adanya meminum obat pemberian dari dokter,’’ ungkap Mudjamal. 

Menurut Mudjamal, air danau memang mempunyai kelebihan – kelebihan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Asalkan niat dari warga yang sakit benar-benar tulus, air danau bisa di jadikan obat. 

‘’Orang yang sakit sudah banyak meminum air danau itu (Danau Bai,red) dan kebanyakan penyakit yang dialami dapat sembuh dengan sendirinya. Itu pun tergantung dengan kepercayaan warga atas sejarah danau itu sendiri,’’ demikian Mudjamal.
Ketika kami menyambangi Dinas Parawisata Pemuda Dan Olah Raga Kabupaten MM, mendapat respon positif dengan cerita sejarah Danau Bai tersebut. Kadis Parpora MM Agus Harvinda, ST.MT, sangat tertarik dengan cerita rakyat dan sejarah dari Danau Bai yang terletak di Desa Talang Arah Kecamatan Malin Deman tersebut. Menurut Agus Harvinda, akan di rencanakan kedepannya, pihak Disparpora akan membuat sebuah buku khusus catatan lokasi objek wisata serta cerita rakyat dan sejarah setiap objek wisata yang ada di MM.

"Ini sebuah ide yang bagus, bisa menjadi sebuah daya tarik para wisatawan mengunjungi objek wisata daerah ini. Kita akan coba menggali semua sejarah objek wisata yang ada di MM, kalau bisa kita bikin sebuah buku untuk menjadi dokumen daerah. Kalau di daerah lain malah cerita rakyat tentang objek wisata malah di jadikan film. Kalau ada objek wisata kita yang ceritanya menarik, jika juga bisa membuat hak serupa, sehingga menarik para wisatawan datang ke Mukomuko,"ungkap Agus Harvinda. (top/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hindari Plagiat..!!  Maaf Tidak di Izinkan Untuk Copy Konten

error: Content is protected !!